Laman

Rabu, 16 Mei 2018

Minum Kopi Bisa Kurangi Risiko Kanker Kulit

Minum Kopi Bisa Kurangi Risiko Kanker Kulit,- Studi terbaru menemukan bahwa minum empat cangkir kopi sehari bisa mengurangi risiko kanker kulit melanoma.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari National Cancer Institute di National Institutes of Health (NIH) dan Yale School of Public Health di Yale University di New Haven, dan telah diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute.

Tahun lalu, Medical News Today juga melaporkan tentang studi yang terkait dengan konsumsi kopi, yang dikatakan bisa menurunkan risiko kematian akibat sirosis hati, mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan juga tinnitus.

Dalam studi terbaru, Erikka Loftfield, dari Divisi Epidemiologi Kanker dan Genetika di National Cancer Institute, berserta rekan-rekannya menemukan bahwa kopi ternyata juga dapat menurunkan risiko melanoma - jenis kanker kulit yang paling mematikan.

Sementara banyak penelitian yang mengungkapkan efek kesehatan yang positif dari kopi, sangat penting untuk dicatat bahwa mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa berbahaya bagi kesehatan. Kafein bisa menyebabkan insomnia, gugup, gampang marah, gelisah, detak jantung cepat, tremor otot dan sakit perut. Jadi, Anda tetap tidak boleh mengonsumsi kafein secara berlebihan.

Minggu, 06 Mei 2018

Cara Mudah Mencegah Kanker Kulit

Cara Mudah Mencegah Kanker Kulit,- Dr. Ellen Marmur dari Mount Sinai Hospital merupakan dermatolog (ahli kulit) yang kerap melakukan pembedahan operasi pada kanker kulit sebanyak 1.500 kasus setiap tahunnya. Sebagai bagian dari Skin Cancer Awareness Month, Dr. Marmur membeberkan secara singkat mengenai kanker kulit dan tips sederhana untuk mencegah penyakit tersebut.

Siapa yang berisiko?
Dari ketiga jenis kanker kulit yang paling umum, melanoma adalah jenis yang paling mematikan. Melanoma muncul karena paparan sinar ultraviolet yang mengenai kulit membuat sel pigmen tumbuh tak terkontrol. Jadi apabila Anda terlalu sering terkena sinar ultraviolet, baik dari matahari maupun tanning indoor, maka Anda berisiko tinggi terkena kanker kulit.

Warna kulit tidak berpengaruh
Apapun warna kulit Anda, jika Anda gemar melakukan tanning indoor dan tidak memakai sun block ketika berjemur, maka Anda akan memiliki risiko yang lebih tinggi terserang melanoma.

Gejala
Melanoma ditandai dengan banyaknya bintik atau tahi lalat yang terlalu banyak pada bagian tubuh tertentu. Anda pun sebaiknya mengenali gejala kanker kulitagar deteksi dini mampu membuat proses pengobatan lebih mudah dan efektif.

Selain menghindari paparan sinar ultraviolet yang terlalu sering, Anda pun sebaiknya menjalani gaya hidup sehat untuk mencegah kanker kulit dan berbagai macam penyakit lainnya.

Baca juga :




Jumat, 04 Mei 2018

Pilot lebih rentan terkena kanker kulit

Pilot lebih rentan terkena kanker kulit,- Menurut sebuah penelitian, pilot dan para awak pesawat lainnya berisiko dua kali lipat lebih tinggi untuk terkena penyakit kanker kulit atau yang dikenal sebagai melanoma dibandingkan dengan profesi lainnya.

Penulis utama dari penelitian ini yaitu Dr Susana Ortiz-Urda, co-director of the UCSF Melanoma Center at the University of California, San Francisco mengemukakan alasan bahwa semakin dekatnya jarak para pilot dan awak pesawat dengan matahari bisa meningkatkan risiko mereka untuk terkena penyakit mengerikan ini.

"Paparan sinar matahari merupakan faktor utama kenapa seseorang bisa terkena kanker kulit. Hal tersebut berdampak pula pada pilot dan awak pesawat yang aktivitasnya menuntut mereka untuk terpapar sinar matahari secara terus-menerus walaupun di dalam pesawat. Sebab nyatanya perlindungan jendela pesawat terhadap radiasi matahari masih rendah," jelasnya.

"Untuk setiap kenaikan 900 meter dari atas permukaan laut, terjadi peningkatan radiasi matahari sebesar 15%. Jadi bisa Anda bayangkan betapa tinggi risiko para pilot dan awak pesawat untuk terpapar radiasi matahari," lanjutnya.

Melanoma sendiri merupakan salah satu jenis kanker kulit. Walaupun bisa diobati, namun deteksi yang terlambat juga bisa membuat penyakit ini mematikan. The American Cancer Society mencatat bahwa di tahun 2014 ini hampir 10.000 orang di Amerika Serikat meninggal karena penyakit ini.

Baca juga :








Kamis, 03 Mei 2018

ketahui kanker kulit juga bisa menyerang hewan peliharaan

ketahui kanker kulit juga bisa menyerang hewan peliharaan,- Tak banyak orang yang mengetahui bahwa kanker tak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan peliharaan. Hewan juga bisa terkena kanker kulit jika terlalu lama terkena sinar matahari. Berita bagusnya, kebanyakan kanker kulit pada hewan bisa diatasi, selama cepat diidentifikasi.

Berikut, mengenai kanker kulit pada hewan peliharaan.

Melanoma pada mulut
Melanoma juga bisa terlihat pada anjing, sementara kemungkinan pada kucing hanya sedikit. Melanoma pada anjing yang berbulu lebat biasanya dimulai pada daerah mulut, gusi, pada daerah antara kuku dan jari-jari kaki. Biasanya kucing juga mengalami hal ini, namun ini tidak termasuk pada melanoma, melainkan penyakit pigmen biasa yang disebut lentigo simplex.

Bercak merah yang gatal
Biasanya sel mast bekerja dalam merespon alergi dan membuat kulit merah, gatal, seperti ketika terkena alergi. Meskipun begitu, bisa saja mast cell yang ada pada hewan peliharaan Anda merupakan sel tumor. Bercak-bercak merah yang gatal, membengkak bisa jadi salah satu tanda adanya tumor. Namun ini juga bisa menghilang dengan cepat.

Hewan peliharaan juga bisa terkena kanker kulit
Pemilik hewan peliharaan biasanya terkejut dengan fakta bahwa hewan mereka memiliki kanker kulit. Anjing dan kucing bisa terkena kanker kulit, sama seperti yang menyerang manusia, yaitu melanoma, squamous cell carcinoma, dan basa cell carcinoma. Untungnya basal cell carcinoma jarang ditemukan pada hewan, hanya melanoma dan squamous cell saja yang sering menjangkiti anjing atau kucing.